Proposal Aplikasi
1. Masalah dan Solusi
Wisatawan di Semarang harus membuka banyak sumber, seperti peta daring, blog, media sosial, dan situs pengelola, hanya untuk mengetahui harga tiket, jam buka, fasilitas, dan lokasi. Informasi tersebar, formatnya berbeda-beda, dan sering sudah tidak berlaku. Akibatnya pengunjung sulit membandingkan destinasi sesuai anggaran dan waktu yang dimiliki.
| Masalah | Solusi di Jejak Semarang |
|---|---|
| Informasi tersebar di banyak sumber | Satu aplikasi dengan data seragam dan terstruktur untuk setiap destinasi |
| Sulit membandingkan destinasi | Layar Bandingkan: 2-3 destinasi ditampilkan berdampingan |
| Tidak tahu data masih berlaku atau tidak | Label “terakhir diperbarui” dan tombol “laporkan data keliru” |
| Sulit menyesuaikan dengan anggaran dan jam kunjungan | Filter “buka sekarang” dan rentang harga |
| Bingung menyusun rencana dan memilih destinasi saat hujan | Itinerary sederhana, jarak dari GPS, dan saran destinasi berdasarkan cuaca |
2. Analisa Requirement
Pengguna utama adalah wisatawan domestik, mahasiswa pendatang, dan warga yang mencari rekreasi akhir pekan. Pengguna kedua adalah admin yang memelihara data destinasi.
Kebutuhan fungsional
| Kode | Kebutuhan | Status |
|---|---|---|
| F1 | Registrasi dan login dengan email dan kata sandi | Wajib |
| F2 | Mencari destinasi dan memfilter berdasarkan kategori, rentang harga, fasilitas, dan “buka sekarang” | Wajib |
| F3 | Melihat detail destinasi: foto, tiket, jam, fasilitas, dan ulasan | Wajib |
| F4 | Membandingkan 2-3 destinasi secara berdampingan | Wajib (fitur andalan) |
| F5 | Menyimpan favorit dan itinerary, tetap terbuka saat offline | Opsional: penyimpanan lokal |
| F6 | Menulis ulasan dengan foto dari kamera | Opsional: GPS dan kamera |
| F7 | Menampilkan jarak dan rute dari posisi pengguna | Opsional: GPS dan kamera |
| F8 | Menampilkan saran destinasi berdasarkan cuaca | Opsional: integrasi API |
| F9 | Menampilkan banner dan iklan interstitial dengan frekuensi terbatas | Opsional: AdMob |
| F10 | Admin memperbarui data destinasi dan tanggal verifikasi | Pendukung |
Kebutuhan non-fungsional
- Keamanan: data destinasi hanya bisa diubah admin, pengguna hanya menulis ulasan miliknya; izin lokasi dan kamera diminta saat dibutuhkan.
- Ketersediaan offline: favorit dan itinerary tetap bisa dibuka tanpa internet.
- Kegunaan: antarmuka sederhana mengikuti Material Design, mudah dipakai semua kalangan.
- Kompatibilitas: aplikasi Android native (Kotlin/Java).
- Kepercayaan data: setiap destinasi menampilkan tanggal terakhir diverifikasi.
3. Fitur-Fitur
Fitur andalan: perbandingan destinasi
Pengguna memilih 2-3 destinasi lalu melihatnya berdampingan di layar Bandingkan.
| Baris perbandingan | Contoh isi |
|---|---|
| Harga tiket | Hari biasa dan akhir pekan, dewasa dan anak (termurah ditandai) |
| Jam operasional | Hari buka, jam buka-tutup, status “buka sekarang” |
| Fasilitas | Parkir, musala, toilet, akses difabel, kuliner, spot foto |
| Lokasi | Jarak dari posisi pengguna dan perkiraan waktu tempuh |
| Rating | Rata-rata ulasan pengguna |
| Terakhir diperbarui | Tanggal data terakhir diverifikasi admin |
A. Fitur wajib
1. Activity, UI/UX, dan widget dasar
| Halaman | Isi | Widget utama |
|---|---|---|
| Splash | Logo dan nama aplikasi | ImageView, TextView |
| Login/Registrasi | Email dan kata sandi | EditText, Button |
| Beranda | Pencarian, kategori, daftar destinasi | SearchView, ChipGroup, RecyclerView |
| Filter | Kategori, rentang harga, fasilitas, “buka sekarang” | Chip, RangeSlider, Switch |
| Detail Destinasi | Foto, tiket, jam, fasilitas, ulasan | ImageView, TextView, RatingBar, Button |
| Bandingkan | Tabel berdampingan 2-3 destinasi | RecyclerView horizontal, TextView |
| Favorit dan Itinerary | Daftar tersimpan dan rencana kunjungan | RecyclerView, Button |
| Profil dan Pengaturan | Akun, tema, keluar | Switch, Button |
2. Navigasi antar halaman. Perpindahan lewat Intent dan Bottom Navigation (Beranda, Peta, Bandingkan, Favorit, Profil). Data yang dikirim lewat putExtra: ID destinasi, nama, koordinat, dan daftar ID untuk perbandingan.
3. RecyclerView dan list data
| Daftar | Adapter | Isi item |
|---|---|---|
| Daftar destinasi | DestinasiAdapter | Foto, nama, kategori, tiket, jarak, status buka |
| Kolom perbandingan | CompareAdapter | Data satu destinasi per kolom |
| Ulasan | ReviewAdapter | Nama, bintang, komentar, foto |
| Favorit dan itinerary | FavoritAdapter | Data dari SQLite |
B. Fitur opsional (4 kelompok, melebihi minimal 3)
| Fitur | Penerapan |
|---|---|
| Penyimpanan data lokal | SharedPreferences: sesi, tema, filter terakhir. SQLite: favorit dan itinerary, tetap terbuka offline. |
| Integrasi API/Firebase | Firebase Auth, Firestore (data destinasi dan ulasan), Storage (foto). API cuaca untuk saran seperti “hujan, pilih destinasi indoor”. |
| GPS dan Kamera | GPS: jarak dan rute dari posisi pengguna. Kamera: foto kunjungan untuk ulasan. |
| AdMob | Banner di daftar, interstitial ringan dengan frekuensi terbatas. |
C. Fitur pembeda
| Fitur | Manfaat |
|---|---|
| Layar Bandingkan | Keputusan lebih cepat tanpa membuka banyak sumber |
| Label “terakhir diperbarui” | Pengguna tahu seberapa segar datanya |
| Filter “buka sekarang” dan rentang harga | Pencarian sesuai waktu dan anggaran |
| Itinerary sederhana | Susun urutan kunjungan, jarak antar destinasi dihitung otomatis |
4. Tim, Kualifikasi, dan Peran
Asumsi tim 5 orang.
| No | Peran | Tanggung jawab | Kualifikasi |
|---|---|---|---|
| 1 | Project Manager / Business Analyst | Jadwal, requirement, SWOT, BMC, TAM/SAM/SOM, laporan PDF | Manajemen proyek, analisis bisnis, penulisan |
| 2 | UI/UX Designer | Riset pengguna, wireframe layar Bandingkan dan lainnya, prototipe Figma | Figma, Material Design, usability testing |
| 3 | Android Developer (Frontend) | Activity, navigasi, RecyclerView, SharedPreferences, SQLite | Kotlin/Java, Android Studio, XML layout |
| 4 | Android Developer (Integrasi) | Firebase, GPS, kamera, API cuaca, AdMob | Firebase, Maps/Location API, REST API |
| 5 | Web Developer dan Data Curator | Web company profile WordPress, pengumpulan dan pembaruan data destinasi, konten pemasaran | WordPress, riset data, dasar SEO dan media sosial |
Peran 5 sengaja ditambah tugas data curator, karena kualitas data destinasi menentukan nilai aplikasi. Anggota lain ikut memverifikasi data pada sprint tertentu.
| Nama | NIM | Peran | Kualifikasi singkat |
|---|---|---|---|
| [isi] | [isi] | Project Manager / BA | [isi] |
| [isi] | [isi] | UI/UX Designer | [isi] |
| [isi] | [isi] | Android Developer (Frontend) | [isi] |
| [isi] | [isi] | Android Developer (Integrasi) | [isi] |
| [isi] | [isi] | Web Developer dan Data Curator | [isi] |
Prinsip kerja: GitHub dengan branch per fitur, papan tugas di Trello atau Notion, dan sprint mingguan sesuai siklus OODA.
5. Arsitektur Aplikasi
Arsitektur memakai MVVM sederhana dengan Repository. Data berisi destinasi, ada layanan cuaca, dan pengguna bisa melampirkan foto ulasan.
Alur data utama
- Bandingkan destinasi: pengguna memilih 2-3 destinasi, Repository mengambil data dari Firestore, lalu CompareAdapter menampilkannya berdampingan dengan jarak dari GPS.
- Unggah ulasan: foto diambil lewat Kamera, diunggah ke Storage, dan teks ulasan masuk ke Firestore.
- Simpan itinerary: destinasi dan urutannya disalin ke SQLite agar tetap terbuka tanpa internet.
- Pembaruan data: admin mengubah harga atau jam di Firestore, dan tanggal “terakhir diperbarui” ikut berubah.
Keamanan: aturan Firestore membuat data destinasi hanya bisa diubah admin, sedangkan pengguna hanya menulis ulasan miliknya. Izin lokasi dan kamera diminta saat dibutuhkan.
6. Analisis SWOT dan BMC
6A. SWOT
| Positif | Negatif | |
|---|---|---|
| Internal | Strengths 1. Perbandingan berdampingan, jarang ada di aplikasi umum 2. Data seragam dan terstruktur per destinasi 3. Fokus Semarang, jadi lebih rinci 4. Label tanggal pembaruan menumbuhkan kepercayaan 5. Mode offline untuk itinerary 6. Biaya rendah (Firebase, tanpa server sendiri) | Weaknesses 1. Data harus dikumpulkan dan diperbarui manual 2. Cakupan awal hanya 10-15 destinasi 3. Tim kecil dan belum berpengalaman merilis aplikasi 4. Belum ada pemesanan tiket 5. Pendapatan awal kecil |
| Eksternal | Opportunities 1. Kunjungan wisata Semarang besar dan terus naik 2. Pemkot dan Pokdarwis mendorong promosi destinasi 3. Lonjakan kunjungan saat libur panjang 4. Peluang kemitraan dengan pengelola wisata, hotel, dan kuliner 5. Mahasiswa pendatang rutin mencari tempat baru | Threats 1. Google Maps, blog, media sosial, dan aplikasi tiket sebagai pesaing 2. Harga dan jam buka bisa berubah tanpa pemberitahuan 3. Pengelola wisata bisa enggan membagikan data resmi 4. Ulasan palsu 5. Kunjungan musiman, pemakaian naik turun |
Dukungan data: Disbudpar Kota Semarang menyebut kunjungan wisatawan sepanjang 2024 mencapai 7,3 juta orang, dan pada 2025 menargetkan peningkatan lewat destinasi baru dan sinergi dengan Pokdarwis. Kunjungan wisata ke Semarang juga naik 32% hingga hari ketiga libur Lebaran 2024.
Strategi turunan (TOWS)
| Strategi | Penjelasan |
|---|---|
| SO | Gunakan layar Bandingkan dan data terstruktur untuk menggandeng Disbudpar dan Pokdarwis |
| WO | Atasi data terbatas dengan kerja sama pengelola wisata dan data resmi dinas |
| ST | Lawan pesaing umum dengan kedalaman data dan perbandingan, bukan fitur sebanyak mungkin |
| WT | Mulai dari 10-15 destinasi, beri label tanggal pembaruan, dan sediakan tombol “laporkan data keliru” |
6B. Business Model Canvas
| Blok | Isi untuk Jejak Semarang |
|---|---|
| Customer Segments | Wisatawan domestik, mahasiswa pendatang, warga yang mencari rekreasi akhir pekan. Pihak ketiga: pengelola destinasi, hotel, kuliner, agen tur, Disbudpar |
| Value Propositions | Wisatawan: info tiket, jam, fasilitas, dan lokasi dalam satu tempat, bisa dibandingkan. Pengelola: menjangkau wisatawan dengan data resmi dan promo |
| Channels | Google Play, web company profile, Instagram dan TikTok, komunitas wisata, kampus, QR di hotel, hostel, dan destinasi |
| Customer Relationships | Layanan mandiri, ulasan komunitas, tombol lapor data, notifikasi libur dan promo |
| Revenue Streams | AdMob, featured listing mitra, paket bebas iklan, sponsorship dan kemitraan |
| Key Resources | Database destinasi terstruktur, aplikasi Android, tim, Firebase, merek |
| Key Activities | Pengembangan aplikasi, pengumpulan dan verifikasi data, moderasi ulasan, pemasaran, kemitraan |
| Key Partners | Disbudpar, Pokdarwis, pengelola destinasi, hotel dan kuliner, kampus, Google (Firebase, Maps, AdMob) |
| Cost Structure | Akun developer Google Play, domain dan hosting, Firebase (gratis di awal), pemasaran, waktu tim [isi: nominal terbaru] |
7. Analisis TAM, SAM, dan SOM
Data dasar
- Kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah pada 2024 tercatat lebih dari 69,4 juta, dan Kota Semarang menjadi salah satu destinasi dengan kunjungan tertinggi.
- Kunjungan ke Kota Semarang sepanjang 2024 sekitar 7,3 juta (Disbudpar).
- Pangsa Android di Indonesia mencapai 90,54% pada 2025 (Statcounter).
Catatan: angka di atas menghitung kunjungan, bukan orang unik. Satu orang bisa berkunjung beberapa kali dalam setahun, jadi angka ini adalah pendekatan.
Hitungan
| Level | Definisi | Jumlah per tahun |
|---|---|---|
| TAM | Kunjungan wisatawan di Jawa Tengah (pasar yang bisa diperluas) | ±69,4 juta kunjungan |
| SAM | Kunjungan ke Semarang × Android (90,5%) × yang mencari info lewat ponsel (60%, asumsi) | 7,3 juta × 0,905 × 0,6 ≈ ±4,0 juta |
| SOM | Pengguna aktif yang bisa dicapai di tahun 1 | 5.000 (±0,13% dari SAM, asumsi) |
Estimasi pendapatan SOM (tahun 1)
| Sumber | Hitungan | Estimasi |
|---|---|---|
| AdMob | 5.000 pengguna × 30 tayangan per bulan × 12 bulan × eCPM Rp5.000-10.000 (cek dashboard AdMob) | Rp9-18 juta |
| Featured listing | 5 mitra × Rp100.000 × 6 bulan (asumsi) | Rp3 juta |
| Bebas iklan | 1% pengguna (50 orang) × Rp9.000 × 12 bulan (asumsi) | ±Rp5,4 juta |
| Total | ±Rp17-26 juta |
Asumsi (60%, 5.000 pengguna, jumlah mitra) akan diganti dengan hasil survei dan jumlah mitra yang berhasil dihubungi. Angka kecil yang masuk akal lebih meyakinkan daripada target besar tanpa dasar.
8. Cara Mendapatkan Audiens dan Pemasaran
Strategi: data dulu, pengguna menyusul. Aplikasi informasi tidak berguna kalau datanya kosong. Karena itu 10-15 destinasi diisi lebih dulu, lalu aplikasi diluncurkan pada momen libur panjang.
| Tahap | Waktu | Target | Cara |
|---|---|---|---|
| 1. Kumpulkan data | Bulan 1-2 | 10-15 destinasi lengkap | Ambil dari situs resmi pengelola dan Disbudpar, lalu verifikasi langsung ke lokasi |
| 2. Uji dan luncur terbatas | Bulan 2-3 | 500 pengguna | Mahasiswa pendatang, komunitas kampus, grup angkatan |
| 3. Peluncuran momen libur | Bulan 3-4 | 2.500 pengguna | Konten dan promosi menjelang libur panjang |
| 4. Kemitraan | Bulan 5-12 | 5.000 pengguna, 5 mitra | Pokdarwis, hotel, hostel, kuliner, agen tur |
Saluran
| Saluran | Isi | Sasaran |
|---|---|---|
| Instagram dan TikTok | Video “bandingin tiket dan jam buka dalam 10 detik”, rekomendasi per anggaran dan cuaca | Wisatawan muda |
| Web company profile | Penjelasan, demo, tautan unduh, blog panduan wisata (SEO “tiket masuk wisata Semarang”) | Pencari organik |
| Komunitas dan kampus | Grup mahasiswa pendatang, UKM, BEM | Mahasiswa |
| QR di hotel, hostel, kafe | “Bandingkan destinasi Semarang di sini” | Wisatawan yang menginap |
| Kemitraan lokal | Disbudpar, Pokdarwis, pengelola destinasi | Institusi dan pelaku wisata |
| Google Play (ASO) | Kata kunci, tangkapan layar layar Bandingkan | Pencari organik |
Taktik pembeda: konten rutin “Top 3 destinasi murah di Semarang” yang mengajak orang membuka layar Bandingkan, dan badge kontributor bagi pengguna yang melaporkan data keliru.
KPI (6 bulan): 10-15 destinasi terverifikasi, 5.000 pengguna aktif bulanan, 40% pengguna memakai layar Bandingkan (asumsi), retensi 30 hari 25% (asumsi).
9. Cara Monetisasi
| No | Sumber | Cara kerja | Pembayar | Tahap |
|---|---|---|---|---|
| 1 | AdMob | Banner di daftar, interstitial dengan frekuensi terbatas | Pengiklan lewat Google | Sejak rilis |
| 2 | Featured listing | Destinasi, hotel, atau kuliner mitra tampil di bagian “Rekomendasi” | Mitra | Setelah ada pengguna aktif |
| 3 | Bebas iklan dan itinerary lanjutan | Hapus iklan, simpan banyak itinerary, ekspor rencana | Pengguna | Bulan 6+ |
| 4 | Sponsorship dan kemitraan | Brand lokal atau pemda mensponsori kategori atau event | Mitra institusi | Bulan 6+ |
| 5 | Komisi afiliasi tiket (jangka panjang) | Tautan ke penjual tiket resmi, dengan komisi per pembelian | Mitra tiket | Tahun 2+, perlu perjanjian |
Prinsip etika: listing berbayar diberi label jelas, urutan hasil tidak diam-diam diubah oleh pembayaran, dan data harga tetap berasal dari sumber resmi.
10. Pricing
Aplikasi gratis dipakai agar jangkauan luas, pendapatan datang dari iklan dan mitra, dan harga mitra disesuaikan dengan skala kecil di tahap awal. Angka akan divalidasi lewat survei kesediaan membayar.
Wisatawan
| Paket | Harga | Isi |
|---|---|---|
| Gratis | Rp0 | Semua fitur dasar, dengan iklan |
| Bebas iklan | Rp9.000 per bulan (asumsi) | Tanpa iklan, itinerary tanpa batas, ekspor rencana |
Mitra (pengelola destinasi, hotel, kuliner, agen tur)
| Paket | Harga | Isi |
|---|---|---|
| Listing dasar | Rp0 | Data dasar terdaftar, diperbarui admin |
| Featured | Rp100.000 per bulan (asumsi) | Tampil di “Rekomendasi”, badge mitra, galeri foto lebih banyak |
| Sponsorship kategori atau event | Negosiasi, mulai ±Rp500.000 (asumsi) | Logo dan banner pada periode tertentu |
Strategi harga: gratis 1-3 bulan untuk 5 mitra pertama agar mereka melihat manfaatnya, harga transparan, dan peninjauan setelah ada data konversi nyata.
Catatan: biaya tetap (akun Google Play, domain, hosting) dicek ulang dan dimasukkan ke perhitungan titik impas. [isi: nominal terbaru]